Berita dan Pengumuman
Bekali Dosen dengan Strategi Jitu, FKG UMSurabaya Gelar ToT Pembimbingan Skripsi
- Di Publikasikan Pada: 20 Aug 2025
- Oleh: Admin FKG

Surabaya, 19–20 Agustus
2025 – Fakultas Kedokteran
Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) menyelenggarakan
kegiatan Training of Trainer (ToT) Pembimbingan Skripsi selama
dua hari. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen tetap FKG dengan tujuan
memperkuat kapasitas pembimbing skripsi agar mampu mendampingi mahasiswa secara
lebih efektif, terarah, dan sesuai standar akademik.
Mengapa ToT Pembimbingan
Skripsi Diperlukan?
Skripsi merupakan salah
satu syarat kelulusan yang tidak hanya menuntut mahasiswa menyelesaikan
penelitian, tetapi juga membentuk keterampilan ilmiah, kritis, dan sistematis.
Oleh karena itu, peran dosen pembimbing menjadi sangat krusial. Melalui ToT ini,
dosen dibekali strategi, wawasan, dan pendekatan terbaru dalam membimbing
mahasiswa, sehingga kualitas penelitian mahasiswa dapat meningkat dan
berkontribusi pada pengembangan ilmu kedokteran gigi.
Hari Pertama: Peran AI
dan Tantangannya
Pada hari pertama,
narasumber utama Prof. Dr. Taufan Bramantoro, drg., M.Kes., membahas
penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam proses penulisan
skripsi. Menurut beliau, AI memang dapat membantu mahasiswa menemukan ide awal
dan memberikan kemudahan dalam mengolah referensi. Namun, Prof. Taufan
menekankan bahwa AI tidak bisa sepenuhnya diandalkan sebagai sumber utama.
“AI itu benar-benar
paling tidak akurat, jadi cocoknya hanya sebagai pemancing ide saja. Selebihnya
mahasiswa tetap harus menelusuri secara manual agar hasil penelitian dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tegas
Prof. Taufan.
Materi ini membuka wawasan
dosen bahwa teknologi hanyalah alat bantu. Pendampingan intensif tetap menjadi
kunci agar mahasiswa tidak terjebak pada plagiasi maupun informasi yang tidak
valid.
Hari Kedua: Minat
Mahasiswa sebagai Fondasi Skripsi
Pada sesi berikutnya, Drg.
Dini Setyowati, MPH., PhD., FISDPH., FISPD., menyampaikan pentingnya kesesuaian
antara topik skripsi dengan minat mahasiswa.
“Proses pembuatan
skripsi poin utamanya adalah mahasiswa harus
memiliki interest terhadap judul yang ingin dikerjakan. Dengan
begitu, mahasiswa akan lebih termotivasi, konsisten, dan mampu menyelesaikan
penelitian dengan baik,” jelas
Drg. Dini.
Pesan ini memberi penekanan
bahwa bimbingan skripsi tidak hanya soal metodologi dan hasil akhir, tetapi
juga membangun rasa memiliki mahasiswa terhadap penelitian yang dipilih.
Kegiatan ToT berlangsung
interaktif. Para dosen aktif bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman
selama membimbing skripsi. Diskusi ini memperkaya pemahaman kolektif tentang
tantangan di lapangan, termasuk kendala mahasiswa dalam memilih topik, kesulitan
mencari literatur, hingga hambatan teknis di laboratorium.
Selain itu, suasana
kebersamaan antar-dosen semakin memperkuat sinergi dalam membangun budaya
akademik yang sehat. Dengan adanya forum seperti ini, pembimbingan skripsi di
FKG UMSurabaya diharapkan semakin terarah, transparan, dan menyenangkan bagi
mahasiswa.